Kamis, 20 November 2014

TETAPLAH JUJUR ANAK-KU

Sore kemaren adalah sore yang cukup melelahkan bagiku, seusai menunaikan kewajibanku sebagai pengajar aku segera bergegas menuju kampus untuk menghadiri presentasi dan evaluasi hasil produksi media yang telah dibuat oleh kelompok-ku. Ah... tak terasa jam-ku menujukkan angka 18.30, usai sudah presentasi kelompokku dan aku bersyukur mendapat nilai A.

Segera aku bergegas ke parkiran dan pulang, di dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada notifikasi di salah satu media sosialku, kuhiraukan saja aku pikir paling ndak peting, kalopun penting pasti sms atau telphon. Setelah sampai di lokasi perumahan dimana aku tinggal, ku sempatkan untuk mampir membeli terang bulan sambil antri coba ku buka, ternyata notifikasi itu Whattsapp dari salah satu orang tua murid yang 7 tahun lalu  aku lalu pernah jadi wali kelas anaknya.

19.00 WIB
Bu N : Assalamu'alaikum ustad,
           sehat selalu ya Ustad

Saya : Wa'alaikumsalam Ibu N****
           Alhamdulillah berkat do'a Ibu
           Semoga demikian juga dengan Ibu dan keluarga
           Senantiasa sehat
           Bagaimana kabarnya H****?

Bu N : Alhamdulillah kami sekeluarga diberikan kesehatan
           H**** kemaren sempat dapat panggilan kerja di Hotel Ri** Car*****
           Namun akhirnya tidak diteruskan karena kecewa dengan situasi kerja dan attitude atasannya
           Attitude yang membuat H**** tidak respect lagi....

Saya : Attitude yang bagaimana sampai H**** memutuskan tidak melanjutkan?
          Apakah ada hubungannya dengan aqidah?

Bu N : H**** diminta atasannya untuk tidak jujur ketika di tanya oleh HRD
           ketika dijawab dengan jujur malah H**** dimarahi dengan ucapan
           "Kamu itu jangan terlalu jujur, kalo mau jujur itu buat dirimu sendiri
            tidak dibawa ke tempat kerja seperti ini"

            Haris sangat kecewa dengan perkataan itu
            Kemudian H**** bilang ke saya  
            "Ibu aku udah nggak respect sama mereka
            maaf kalo aku sudah tidak bekerja disitu lagi. 
            lebih baik aku pertahankan kejujuran yang aku punya Maaf ibu"

.......................................................................................................................

Bu N : Saya kagum dengan keputusannya...
           Terima kasih Ustad telah bersumbangsih mendidik anak kami dengan keimanan yang kuat
            Selama di Al Hikmah

 Saya : Semua itu tidak lepas dari tauladan yang ibu berikan selama di rumah
           Terima kasih juga telah menjaga investasi nilai-nilai islam yang kami berikan

20.35 WIB
......................................................................................................................
 
Sebenarnya masih panjang percakapanku dengan Ibu N****, dengan informasi ini akhirnya aku sadar bahwa apa yang aku berikan kepada mereka ketika mereka tidak memperhatikan bukan berarti mereka tidak mendengarkan, namun perlu waktu untuk mengendapkan di alam bawah sadar mereka hingga suatu saat akan menjadi "habit" yang mulia.

Teruslah pertahankan kejujuran mu "H****, saya yakin Allah punya rencana yang lebih indah"
Sebenarnya banyak cerita tentang anak ini selepas lulus SMP namun belum sempat tertulis.......


#Belajar Menulis#Tulis apa yang terjadi#Tulis apa yang menarik#


Bertemu ketika H**** kelas 2 SMAN 4 Bandung



Tidak ada komentar:

Posting Komentar