Bicara tentang
respon sejatinya bicara tentang bagaimana kita mengelola hati-pikir-tindak atas
kejadian yang kita lihat saat ini, terutama pada masa pendemi covid-19.
Pengalaman pribadi dan dari beberapa teman dan dosen saya, ketika saat ini kita
merasa sakit dan tidak enak badan dengan tanda-tanda misal pusing, mual,
kemudian flu. Nah ketika kita merespon gejala ini dengan biasa saja maka secara
otomatis tubuh kita juga akan mengeluarkan gejala yang biasa saja sebagai
manifestasi menurunnya kekebalan tubuh kita yaitu flu biasa, pusing dan mual.
Lain lagi jika kita merespon gejala ini berlebihan maka secara otomatis tubuh
kita akan mengeluarkan gejala berlebih seperti yang kita pikirkan, misal kita
merespon wah jangan-jangan kena covid, seketika itu tubuh akan merespon dengan
mengeluarkan gejala seperti yang ada dalam pikiran kita, kepala akan semakin
pusing, perut semakin mual dan disertai diare, kemudian flu semakin menjadi dan
penciuman akan hilang sementara. Tentu kondisi ini sangat berbeda-beda antara satu
orang dengan orang lain. Ketika kita sudah mematuhi 5 M dengan ketat, ingat ya
dengan ketat maka kita harus berfikir positif insyaAllah tidak apa-apa, tetapi
jika kita memang pernah melanggar 5 M maka tentu kemungkinan terpapar sangat
besar.
Dari ilustrasi diatas mari kita coba merespon atas wabah ini dengan selalu berfikir positif. Saya ingin memaknai 5 M ini dari sisi positif melalui sudut pandang ajaran Islam sebagaimana keyakinan saya saat ini.
1. Mencuci tangan sesering mungkin, secara lahir pasti aktivitas ini kita lakukan dengan serius langkah demi langkah bagaimana mencuci tangan dengan benar. Sejatinya kita sedang diingatkan oleh Allah akan perbuatan kita yang sudah terlalu banyak melakukan kesalahan dengan tangan ini, sudahkah kita pakai untuk kebaikan-kebaikan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT?, sudah kah kita hindarkan tangan ini dari perbuatan-perbuatan fasik dan dosa yang bisa menjerumuskan kita ke jurang kenistaan di dunia dan diakhirat?, Astaghfirullah. Ini merupakan peringatan bagi saya pribadi agar segera mengembalikan fungsi ke dua tangan ini kepada fitrahnya, yaitu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, beribadah baik yang bersifat mahdah maupun ghoiru mahdah. Selain itu kita semua sedang dibangunkan oleh Allah betapa kebersihan itu adalah sesuatu yang paling utama yang harus kita jaga, semua ibadah pasti didahulu dengan bersuci yaitu bersih dari kotoran secara fisik maupun non fisik.
2. Memakai masker ketika keluar dan bertemu dengan orang lain, secara fisik kita harus menutupi mulut kita dengan kain atau apalah yang memiliki spesifikasi secara medis bisa menghalangi virus masuk melalui mulut kita. Allah sedang mengingatkan kembali kepada kita semua agar selalu menjaga mulut kita dari pembicaraan yang tidak bermanfaat dan melukai orang lain. Sebagaimana dalam Hadits Rasul dijelaskan bahwa “Orang mukmin yang baik adalah orang yang selamat dari lisan dan tangannya”. Selain itu kita juga diingatkan agar ketika makan kita harus selektif, harus memilih makanan yang baik dan halal agar bermanfaat dan dapat meningkatkan imunitas tubuh kita. Jangan asal makan segalanya yang bisa dimakan.
3. Jaga jarak dengan orang lain minimal 1.5 meter, secara fisik kita akan senantiasa menjaga jarak kita dari orang lain sejauh itu. Ini mengingatkan kepada kita harus benar-benar menjaga interaksi kita dengan orang selain keluarga inti kita (Mahram kita). Kita harus menjaga kemuliaan kita dan keluarga kita dengan tetap memegang adab bergaul dengan orang yang bukan mahram kita. Tidak mudah berjabat tangan dengan orang lain dsb.
4. Menjauhi kerumunan dan membatasi
mobilitas, Allah hendak
mengingatkan kita agar kembali kepada keluarga kita masing-masing yang merupakan komunitas inti
dari kehidupan bermsyarakat, barangkali banyak diantara kita seharian penuh
menghabiskan waktu diluar untuk berkerja mencari nafkah tentu tujuannya adalah
untuk keluarga juga. Nah saat ini Allah telah memberikan ruang dan waktu yang
cukup agar kita semua lebih banyak menggunakan waktu-waktu yang bekualitas
untuk keluarga kita.