Minggu, 01 November 2020

KU LABUHKAN BAHTERA CITA-CITA KU

  


            Guru.........entah kapan kalimat itu benar-benar tertanam dalam hatiku, sejak kapan pula itu menjadi cita-citaku aku sendiripun tak tahu. Apakah karena aku terlahir dari rahim seorang Ibu yang mulia yang mengabdikan sebagaian hidupnya untuk melayani anak-anak, atau kah ada hal lain yang jelas semua itu berasal dari mimpi.

Alhamdulillah akhirnya aku bisa menyelesaikan kuliah tepat pada waktu yaitu 4 tahun, aku dan teman-temanku sangat senang sekali karena sudah selesai S-1, namun ketika proses yudisium seorang dosen berkata “setelah hari ini Anda akan benar-benar akan menjalani kehidupan yang nyata”, apa maksudnya ternyata lulus itu bukan hal yang penting, tetapi setelah lulus itulah yang akan menentukan perjalanan hidup kita, banyak pengangguran sarjana dimana-mana. Akhirnya kegembiraan itu tak berlangsung lama, seketika itu aku memutar otak untuk mencari dan menggali info-info mengenai pekerjaan apapun. Hari sabtu semenjak wisuda merupakan hari yang senantiasa aku tunggu, bukan untuk jalan-jalan tapi untuk mecermati iklan lowongan pekerjaan di salah satu surat kabar terbesar di Jawa Timur. Aku baca dengan cermat bak memilih pasir diantara beras-beras putih, apa saja yang penting sesuai dengan latar belakang pendidikan ku. Selama sebulan tak pernah ada yang menarik hati ini untuk sekedar melayangkan lamaran. Apakah aku harus pulang kampung, sedangkan disanapun belum tentu saya akan mendapat informasi secepat disini (Surabaya). Kuputuskan untuk mencoba mengirim lamaran ke sekolah ku terdahulu barangkali ada tempat tapi lagi-lagi saya mendapat jawaban “Mohon maaf Mas sudah ada anaknya kepala TU yang akan masuk tahun ini”. Yah ternyata KKN masih melekat juga, kecewa iya tapi namun apa daya tanganku tak sampai, aku biarkan begitu saja kejadian itu. Kejadian itu justru memperkuat keinginan saya untuk tetap di Surabaya, kebiasaan setiap sabtu beli koran sudah menjadi kewajiban ku, sambil tetap membantu beberapa Dosen untuk menyelesaikan pekerjaan mengajar beliau. Apa saja yang penting halal mulai dari jadi tukang ketik di rentalan komputer sempat menjadi pilihan ku karena pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan mengajar nyaris tidak pernah aku dapatkan. Ada teman yang mengajakku untuk menjalankan bisnis rental komputer saya diajak karena dianggap bisa ngetik, dengan modal bisa ngetik aku iyakan saja ajakan itu. Selama beberapa bulan aku coba belajar mandiri tentang komputer. Dari situlah kemudian aku punya banyak kenalan toko-toko kumputer yang banyak menjual komputer bekas dan alat yang berhubungan dengan komputer, melihat peluang bisnis ini aku tidak diam akhirnya aku coba melihat kebutuhan konsumen akan komputer sangat tinggi akhirnya kuberanikan diri untuk menjadi penjual komputer kecil-kecilan, aku coba menghubungi beberapa teman barangkali perlu komputer hubungi saya, setiap hari raya sudah menjadi kebiasaanku untuk berkunjung ke guru-guru ku SMA yang pasti sambil promo-promolah. Aku masih ingat orang pertama yang pesan adalah guru biologi SMA dulu beliau sedang membutuhkan seperangkat komputer dan printer untuk mendirikan wartel, tanpa pikir panjang langsung saya iyakan permintaannya, nah dari situlah aku mulai semangat terjun di jual-beli komputer.

Tiga bulan sudah aku terjun di dunia yang tidak ada hubungannya dengan kuliah-ku, capek, resah, gelisah seakan menyelimuti pikiran ini, pada puncaknya aku merasa sangat bosan dengan aktivitas ini. Akhirnya perlahan ku coba untuk mengurangi aktivitas ini, saya merasa tidak optimal karena terlalu banyak energi yang saya keluarkan. Di tengah istirahat ku untuk membuang lelah aku di hubungi oleh P. Rahardjo dosen pembimbing akademik ku, singkat cerita saya  diberi tawaran untuk mejadi guru di sebuah LBB di Surabaya, saya coba iseng-iseng menemui orang yang dimaksud untuk melakukan wawancara. Ternyata beliau sudah tau banyak tentang saya karena sebelumnya sudah mendapat cerita dari dosen saya tadi. Ternyata saya tidak dijadikan pengajar melainkan diminta untuk memimpin cabang baru di kawasan Surabaya barat, senang campur gelisah karena sebelumnya tidak pernah berkecimpung di dunia tersebut. Aku terima begitu saja tawaran itu karena saya punya prinsip “kesempatan yang sama tidak akan datang dua kali, jika nanti ada kesalahan ya wajar, namanya belajar”. Kujalani pekerjaan baru itu tetapi saya merasa belum siap sama sekali karena cabang yang ku pimpin benar-benar mulai dari bawah, saya harus mengawasi pembangunan ruang belajar, memastikan ijin operasional, ijin pemasangan papan, merekrut pegawai, menyebar brosur, menata jadwal pokoknya pekerjaan 3 devisi (devisi kurikulum, devisi kesiswaan, devisi humas) saya kerjakan semua sampai menyebar brosur dari perumahan satu ke perumahan lainnya. Terasa berat ku rasakan beban pekerjaan ini akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan ini dengan alasan saya harus pulang kampung.

Aku kembali ke kebiasaan lamaku disetiap sabtu tetap membeli koran dan mencoba melihat lowongan pekerjaan ternyata ada dua sekolah mengiklankan kebutuhan tenaga pengajar dan lain-lain, iseng-iseng ku coba melayangkan lamaran ke YLPI Al Hikmah dan ke SMP Al Azhar Kelapa Gading Taman Baskara. Seperti biasa setelah mengirimkan aku tidak penah berharap untuk dipanggil karena lamaran ku terdahulu juga begitu, dalam hati bergumam “wong saya ngelamar jadi office boy saja tidak dipanggil apalagi ini”. Sambil menunggu panggilan aku diajak teman untuk menjadi guru Bimbel klasikal di sebuah sekolah Islam di Sidoarjo, bukan bidang biologi yang aku ajarkan tetapi Matematika, ini tantangan tersendiri bagi ku. Sampai suatu sore pada saat perjalanan ke Sidoarjo tiba-tiba HP berdering menandakan panggilan masuk, biasanya aku hiraukan entah kenapa tiba-tiba aku hentikan sepedaku dan coba kulihat “siapa kira-kira kok ndak ada nama” kuangkat tenyata Bapak Ainul Yaqin dari YLPI Al Hikmah meminta saya untuk hadir hari senin ada wawancara di Kantor YLPI Al Hikmah. Senin pagi tiba kusiapkan semua, pakaian rapi baju lengan panjang putih dan celana hitam sepatu kusemir rapi agar terkesan saya siap. Ku berangkat sambil mencari-cari alamatnya, alhamdulillah ketemu meski agak terlambat. Tidak lama saya duduk akhirnya dipanggil juga untuk wawancara saya masih ingat betul pewawancaranya yaitu P. Syakib, P. Edy yang satu lupa siapa karena tidak bertanya sama sekali selama wawancara. Pertanyaan pertama dari P. Edy waktu itu adalah “Anda bisa mengaji” saya jawab “insyaallah bisa” kemudian beliau membuka Al-Quran dan saya diminta membaca. Tidak lama wawancara itu terjadi ternyata pewawancara baik P. Edy maupun P. Sakib belum membaca lamaran saya secara penuh dan mengira saya melamar jadi guru, disitu tertulis saya melamar sebagai laboran, tetapi P. Sakib meyakinkan saya dengan kalimat begini ”Lho ijazah anda kan S-1 Pendidikan Biologi, berarti bisa mengajar kan?” saya jawab dengan yakin saya bisa. Usai sudah wawancara saya, kemudian saya diminta menunggu 2 hari kedepan bila masuk krieria akan dipanggil untuk tes Psikologi. Hari selasa siang saya dihubungi kembali oleh P. Ainul bahwa saya besok hari Rabu saya diminta hadir di UNAIR untuk tes Psikologi. Setelah sampai di Unair ternyata ada 4 orang lainnya yang dipanggil mereka lulusan ITS dan UNAIR, saya laki-laki satu-satunya diantara mereka. Saya mulai tidak PeDe karena mereka terlihat cerdas dan pandai, ku biarkan persepsi itu berlalu kalau sudah rejeki tak akan kemana, kulalui serangkaian tes tersebut dengan sungguh-sungguh. Akhirnya saya dipanggil kembali untuk tanda tangan kontrak tepat pada tanggal 28 Februari 2004 dan pada hari senin saya langsung harus mengajar di kelas 8 dan 9, ini adalah tantangan yang cukup luar biasa bagi saya. Saya harus bisa segera beradaptasi dengan manajemen sekolah dan kebiasaan-kebiasaan yang ada, dalam waktu yang sama saya harus memahami karakter siswa. kujalani takdir ini seraya berniat untuk beribadah kepada Allah SWT. Tahun ini adalah tahun ke 9 saya di Al Hikmah sudah seperti berada dirumah sendiri yang besar memiliki banyak saudara yang luar biasa, semoga Allah memberikan kekuatan pada saya untuk senantiasa istiqomah menjalankan amanah ini. Sudah banyak prestasi-prestasi yang kucapai dalam perjalanan hidup ini selama di Al Hikmah yang paling utama adalah prestasi ibadah, pretasi lainnya adalah bisa berangkat ke luar negeri tanpa harus mengeluarkan biaya sendiri dan masih banyak lagi yang lainnya, semoga Allah senantiasa mencurahkan keberkahan dalam hidup saya Amiiin.