Sabtu, 22 Agustus 2009

Part and Function of Light Microscope and Safety Work

Selengkapnya silahkan download link berikut Microscope

Kamis, 20 Agustus 2009

PONSEL = MANDUL

VIVAnews - Sebuah penelitian menunjukkan hubungan antara kualitas sperma yang lemah dengan frekuensi pria menggunakan ponsel.
Bagi pria yang memakai telepon lebih dari 4 jam sehari jumlah produksi spermanya bisa menurun dan memiliki kualitas sperma yang paling lemah, menurut hasil laporan penelitian yang diumumkan pada acara tahunan American Society for Reproductive Medicine, New Orleans, AS.

Para ahli percaya kerusakan pada sperma akibat ponsel diakibatkan oleh radiasi electromagnetik yang dipancarkan dari handset atau panas yang dihasilkan.
Temuan ini menyarankan bagi para pria yang sulit memiliki anak untuk mengurangi frekuensi pemakaian ponsel. Dan, para ahli menyimpulkan kebiasaan buruk inilah yang menjadi salah satu 'biang keladi' penurunan kesuburan para pria di Inggris.
Produksi sperma pada kebanyakan pria Inggris turun hingga 29 persen selama 10 tahun terakhir. Penurunan kualitas sperma juga dapat disebabkan obesitas, merokok, stres, dan polusi.
Professor Ashok Agarwal, direktur dari Reproductive Research Centre at the Cleveland Clinic, Ohio, AS, yang mengepalai penelitian ini mengatakan, "Hampir satu milyar orang yang menggunakan ponsel di dunia, dan angka itu selalu meningkat sekitar 20 -30 persen setiap tahunnya. Lima tahun ke depan, jumlah ini akan berlipat ganda. Sayangnya, pengguna ponsel tidak menyadari konsekuensinya."
Penelitian yang dilakukan pada 361 pria dibagi menjadi 4 grup. Yaitu, 40 orang tidak pernah menggunakan ponsel, 107 pria menggunakan ponsel kurang dari 2 jam sehari, 100 pria menggunakan sekitar 2 jam sehari, dan 114 pria memakai ponsel selama lebih dari 4 jam sehari.
Penelitian ini meneliti empat potensi sperma, jumlah, kualitas, morbilitas dan morfologi atau bentuk.
Hasilnya, makin lama menggunakan ponsel, makin berkurang dari 4 potensi tersebut. Prof Agarwal berkata, "Kebanyakan kerusakan sperma akibat ponsel disebabkan radiasi electromagnetik radiation dan panas dari ponsel."
"Yang perlu disadari, ponsel juga meningkatkan temperatur di sekitar genital pria, terutama bila mereka menyimpan ponsel di saku celana atau diikatkan di ikat pinggang. Kondisi ini juga bisa menurunkan kualitas dan produksi sperma," katanya menambahkan.


Naiknya Air Laut Antartika

Salah satu konsekuensi besar pemanasan global adalah naiknya air laut dan bahkan ketinggian permukaan air laut naik lebih cepat daripada prediksi para ilmuwan. (1)(2)

Ini benar-benar masalah dunia karena sebenarnya sebagian besar peradaban terletak hanya beberapa meter di atas permukaan air laut. Jadi, sekecil apapun kenaikan permukaan air laut baik akan berdampak besar pada ekonomi dunia dan kehidupan manusia.


Berdasar atas analisis terbaru yang dilakukan oleh tim gabungan Inggris dan Finlandia, ketinggian permukaan air laut selama 2.000 tahun terakhir stabil. Pengukuran menunjukkan kenaikan yang terjadi hanya sebesar 2 cm pada abad ke-18 dan 6 cm pada abad ke-19, tetapi tiba-tiba naiknya mencemaskan sebesar 19 cm, atau lebih dari separuh kaki selama abad lalu ini. Ini sebagian besar disebabkan oleh mencairnya lapisan gletser es. Rata-rata tingkat permukaan air laut global diramalkan naik antara o,8 meter hingga 1,5 meter pada akhir abad ini.(3)

Kenaikan mendekati 1 m akan mengancam banyak wilayah pesisir pantai dan juga kota-kota besar seperti London, New York, dan Tokyo.

Dr. Ron G. Prinn, Profesor MIT menyatakan bahwa bila lapisan es di wilayah tundra belahan Bumi utara lenyap seluruhnya, lebih dari 80 kali jumlah metana tahunan saat ini akan dilepaskan ke dalam atmosfer, dan kenaikan suhu udara empat derajat Celsius berarti kenaikan tingkat permukaan air laut sebesar lima meter

Global Warming 1

Alarm tanda bahaya dampak pemanasan global berbunyi semakin nyaring. Pola pencairan es di Kutub merupakan salah satu indikatornya. Perubahan demi perubahan melaju dalam hitungan bulan. Tanggal 18 Maret 2008, Jay Zwally, ahli iklim NASA, memprediksi es di Arktika hampir semua akan mencair pada akhir musim panas 2012. Hanya dalam waktu dua bulan prediksi itu bergeser. Tanggal 1 Mei 2008 lalu, prediksi terbaru dilansir NASA: mencairnya semua es di Arktika bisa terjadi di akhir tahun 2008 ini. Sederet tanda-tanda bahaya yang telah terjadi sebelumnya adalah volume es di Arktika pada musim panas 2007 hanya tinggal setengah dari empat tahun sebelumnya. Es di Greenland yang telah mencair mencapai 19 juta ton. Fenomena terbaru lainnya, pada tanggal 8 Maret 2008 beting es Wilkins di Antartika yang berusia 1500 tahun pecah dan runtuh seluas 414 kilometer persegi (hampir 1,5 kali luas kota Surabaya atau sepertiga luas Jakarta).

Efek domino apa yang membayang bila es di Arktika mencair semua? Mencairnya es di Arktika tidak akan menaikkan level permukaan air laut, melainkan akan mempercepat siklus pemanasan global itu sendiri. Bila es di Arktika mencair semua, 80% sinar matahari yang sebelumnya dipantulkan akan diserap 95% oleh air laut. Konsekuensi lanjut adalah potensi terlepasnya 400 miliar ton gas metana atau 3000 kali dari jumlah gas metana di atmosfer. Gas metana dapat terlepas akibat mencairnya bekuan gas metana yang stabil pada suhu di bawah dua derajat celcius. Seperti diketahui, gas metana memiliki efek rumah kaca 25 kali lebih besar dari gas CO2. Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah terulangnya bencana kepunahan massal yang pernah terjadi pada 55 juta tahun yang lalu dikenal dengan masa PETM (Paleocene-Eocene Thermal Maximum). Saat itu, gas metana yang terlepas ke atmosfer mengakibatkan percepatan pemanasan global hingga mengakibatkan kepunahan massal. Bukti geologi lain menunjukkan kepunahan massal juga pernah terjadi 251 juta tahun lalu, pada akhir periode Permian. Akibat terlepasnya gas metana, lebih dari 94% spesies mengalami kepunahan massal. Kematian massal terjadi mendadak karena turunnya level oksigen secara ekstrem.

Membaca fakta-fakta di atas, satu hal yang patut digarisbawahi adalah tenggat waktu yang semakin sempit. Dr. Rajendra K. Pachauri, Ketua IPCC, menekankan bahwa dua tahun ke depan merupakan masa tenggat penting untuk menghambat laju pemanasan global yang bergerak dengan sangat cepat. James Hansen, ahli iklim NASA, mengatakan bahwa kita telah berada di titik sepuluh persen di atas batas ambang kemampuan Bumi mencerna CO2. Artinya, kita telah melampaui titik balik. Pada level saat ini, tindakan yang harus diambil bukan lagi mengurangi, melainkan menghentikan.

Kita butuh kecepatan dan ketepatan membaca masalah hingga dapat memilih solusi yang efektif. Solusi yang mampu berpacu dengan waktu untuk memperlambat laju pemanasan global. Berkaitan dengan ini, dalam konferensi persnya di Paris, 15 Januari 2008, Pachauri mengimbau masyarakat dunia dalam tingkat individu untuk: pertama, jangan makan daging. Kedua, kendarai sepeda. Ketiga, jadilah konsumen yang hemat.

Mengapa ”jangan makan daging” berada pada urutan pertama? Fakta berbicara, seperti laporan yang dirilis Badan Pangan Dunia – FAO (2006) dalam Livestock’s Long Shadow – Environmental Issues and Options, daging merupakan komoditas penghasil emisi karbon paling intensif (18%), bahkan melebihi kontribusi emisi karbon gabungan seluruh kendaraan bermotor (motor, mobil, truk, pesawat, kapal, kereta api, helikopter) di dunia (13%). Peternakan juga adalah penggerak utama dari penebangan hutan. Diperkirakan 70% persen bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Setiap tahunnya, penebangan hutan untuk pembukaan lahan peternakan berkontribusi emisi 2,4 miliar ton CO2.

Memelihara ternak membutuhkan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Mesin pendingin merupakan mata rantai paling tidak efisien energi listrik. Hitung saja mesin pendingin mulai dari rumah jagal, distributor, pengecer, rumah makan, pasar hingga sampai pada konsumen. Mata rantai inefisiensi berikutnya adalah alat transportasi untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung lain dalam peternakan intensif seperti obat-obatan, hormon dan vitamin.

Mata rantai lain yang sangat tidak efisien tapi telah berlaku demikian kronis adalah pemanfaatan hasil pertanian untuk peternakan. Dua pertiga lahan pertanian di muka Bumi ini digunakan untuk peternakan. Sebagai contoh, Eropa mengimpor 70% protein (kedelai, jagung dan gandum) dari pertanian untuk peternakan. Indonesia sendiri pada tahun 2006 mengimpor jagung untuk pakan ternak 1,77 juta ton. Prediksi produksi pakan ternak naik dari 7,2 juta ton menjadi 7,7 juta ton, kata Ketua Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas-Paulus Setiabudi (Kompas, 8 November 2007). Sementara itu, menurut data Indonesian Nutrition Network (INN), setengah dari penduduk Indonesia mengalami kelaparan tersembunyi (16 Sept 2005), sebagaimana yang dikemukakan oleh Menteri Kesehatan DR. dr. Fadillah Supari, SPJP(K).

Tanggal 30 April 2008 lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak segenap bangsa ini untuk bersama saling membahu menghadapi krisis pangan dunia. Akar masalah kelangkaan pangan jika dicermati salah satunya adalah krisis manajemen lahan itu sendiri. Secara matematis, inefisiensi pemakaian lahan pertanian untuk pakan ternak tercermin dari perhitungan kalori yang “terbuang” untuk membesarkan ternak cukup. Pakan yang selama ini diberikan kepada ternak dapat memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Berarti masih ada kelebihan kalori untuk 2,1 miliar orang. Sebenarnya tidaklah sulit untuk memahami mendesaknya perubahan pola makan ini, yakni perubahan ke pola makan yang mata rantainya pendek. Perut manusia bisa langsung mencerna kedelai, jagung dan gandum tanpa harus melalui perut ternak terlebih dahulu. Tidakkah beralih ke pola makan bebas daging justru dapat menjadi solusi ketimpangan akses pangan seluruh dunia?

Pertanian untuk pakan ternak itu sendiri merupakan penyumbang 9% CO2 (karbondioksida), 65% N2O (dinitrooksida) dan 37% CH4 (metana). Perlu diketahui efek rumah kaca N2O adalah 296 kali CO2, sedangkan CH4 adalah 25 kali CO2. Satu lagi masalah industri peternakan yang sangat krusial yakni, inefisiensi air. Sekian triliun galon air diperuntukkan untuk irigasinya saja. Sebagai gambaran sederhana, untuk mendapatkan satu kilogram daging sapi mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan ternak, hingga penyembelihan seekor sapi membutuhkan satu juta liter air! Data yang dihimpun Lester R. Brown, Presiden Earth Policy Institute dan Worldwatch Institute, memaparkan dalam bukunya ”Plan B 3.0 Mobilizing to Save Civilization” (2008) bahwa karena untuk memproduksi satu ton biji-bijian membutuhkan seribu ton air, tidak heran bila 70% persediaan air di dunia digunakan untuk irigasi.

Jejak emisi gas rumah kaca daging terukur jelas. Dr Rajendra memberi ilustrasi konversi energi untuk memelihara sampai menghasilkan sepotong daging sapi, domba atau babi sama besar dengan energi yang dibutuhkan untuk menyalakan lampu 100 watt selama 3 minggu. Satu kilogram daging menyumbang 36,4 kg CO2, tidak heran bila data dari film dokumenter ”Meat The Truth” menyebutkan emisi CO2 seekor sapi selama setahun sama dengan mengendarai kendaraan sejauh 70.000 km. Penelitian di Belanda (www.partijvourdedie.en.el) mengungkapkan, seminggu sekali saja membebaskan piring makan dari daging masih 7,6 kali lebih cepat dibandingkan gerakan hemat energi skala rumah tangga dalam setahun.

Penelitian paling gres yang dilakukan Prof. Gidon Eshel dan Pamela A. Martin (”Diet, Energy and Global Warming”) merunut kontribusi setiap potongan daging terhadap emisi karbon. Penelitian ini diakui secara ilmiah dan dipublikasikan dalam jurnal bergengsi para ilmuwan Earth Interaction Vol. 10 (Maret 2006). Jumlah gas rumah kaca yang diemisikan oleh daging merah, ikan, unggas, susu dan telur jika dibandingkan dengan diet murni nabati/vegan, ternyata jika satu orang dalam setahun mau mengganti diet hewani mereka ke diet nabati murni/vegan akan mencegah emisi CO2 sebesar 1,5 ton. Lima puluh persen lebih efektif daripada upaya mengganti mobil Toyota Camry ke mobil Toyota Prius hybrid sekalipun yang ternyata hanya mampu mencegah 1 ton emisi CO2.
Objektivitas akan menuntun kita untuk mengakui pola konsumsi daging sebagai kontributor terbesar emisi gas rumah kaca. Pilihan kita tidak banyak, mengingat tenggat waktu yang demikian sempit. Mengutip tulisan Senator Queensland, Andrew Bartlett, bahwa seluruh dunia tidak mesti menjadi vegetarian atau vegan untuk menyelamatkan planet kita, tapi kita harus mengakui fakta-fakta ilmiah ini, bahwa jika kita tidak mengurangi konsumsi produk hewani, kesempatan kita untuk menghentikan perubahan iklim adalah nihil. Menurut Bartlett, tidak ada langkah yang lebih murah, lebih mudah dan lebih cepat untuk dilakukan yang dapat mengurangi kontribusi tiap individu terhadap emisi gas rumah kaca selain memangkas jumlah konsumsi daging dan produk susu dan olahannya.

Aksi untuk hemat bahan bakar kita masih banyak bergantung pada fasilitas umum. Upaya yang paling bisa kita lakukan adalah menggunakan kendaraan umum. Namun, sudah menjadi rahasia umum, tidak mudah untuk menggunakan kendaraan umum jika berhadapan dengan kepentingan keamanan, dan untuk ini kita masih bergantung pada kebijakan pemerintah. Aksi hemat energi dalam konteks yang paling ideal bergantung pada teknologi. Sumber energi paling ramah lingkungan yakni tenaga angin, air, dan matahari, masih jauh membutuhkan teknologi dan biaya yang tidak kecil. Butuh waktu yang panjang dan upaya ekstra untuk menggerakkan kesadaran massal untuk hemat energi, hemat listrik, hemat bahan bakar karena harus berhadapan dengan kebiasaan dan perilaku yang telah mengakar.

Mengubah pola makan juga berhadapan dengan kebiasaan yang telah mengakar. Namun, memegang sendok dan akhirnya menjatuhkan pilihan apa yang akan dimasukkan ke mulut kita, sepenuhnya berada di kendali kita. Langsung bisa dilakukan! Jarak antara piring dan mulut kita mungkin hanya sejarak panjang sendok, membalikkan isi sendoknya hanya butuh waktu sekedipan mata, tapi kendalinya ada pada mindset tiap kita. Sejenak, biarkan kepala dingin hadir. Mari dengan mata jernih melihat realitas, mengakui fakta betapa tekanan pola konsumsi daging sedemikian hebatnya pada daya dukung Bumi. Sejenak merasakan beban berat Bumi ini mungkin akan menggeser pilihan kita ke pola konsumsi tanpa daging, pola yang jauh lebih ramah Bumi.

Obat ala Rasulullah SAW


HABBATUSSAUDA

Minyak Habbatus Sauda (Nigella sativa) diproses dari ekstrak 100% asli biji habbatussauda (Black Seed) atau disebut juga Habbatul Barokah (biji yang diberkahi). Habbatus sauda adalah ramuan tradisional yang telah dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat Timur Tengah, Asia dan Africa semenjak ribuan tahun yang lalu. Di samping sebagai food supplement / makanan tambahan, habbatussauda juga berfungsi sebagai terapi pengobatan berbagai jenis penyakit. Bahkan Rasulullah SAW kagum dengan kemujarabannya sehingga beliau menganjurkan dipakai sebagai obat luar dalam serta gangguan jin:

((عليكم بالحبة السوداء فإنه شفاء لكل داء إلا السام / إلا الموت)) رواه البخاري ومسلم

Artinya: “Setialah dengan habbatussauda, karena sesungguhnya ia penyembuh segala penyakit kecuali kecuali kematian”. HR Al Bukhary dan Muslim

Seiring dengan perkembangan zaman dalam dunia pengobatan dengan teknologi canggih, ternyata terapi kesehatan modern memiliki effek negatif yang cukup menghantui pasien bahkan sebagiannya membahayakan tubuh pasien sendiri. Yang sangat disayangkan pengobatan yang berdasarkan petunjuk lisan yang mulia dan berlandaskan dalil yang suci ini justeru mulai ditinggalkan oleh sebagian besar umat Islam masa kini.

MANFAAT AL-HABBAH AS SAUDA’
  1. Dapat menambah sel sperma
  2. Reumatik, encok, pegal linu, dan asam urat
  3. Mengobati diare, konspati, empedu, asam lembung, maag, dan cacing pita
  4. Menstabilkan aktivitas hormone, mengatur haid dan meningkatkan aliran susu
  5. Mengobati bau mulut, sariawan, panas dalam, sakit gigi, dan radang tenggorokan.
  6. Anti virus, mengobati demam, influenza dan migrant.
  7. Mengatasi kerontokan rambut ( campur dengan minyak zaitun dan madu, sambil memijid kepala ), dan mengobati jerawat.
  8. Mengobati saluran kemih dan batu ginjal.
  9. Menambah daya tahan tubuh .
  10. Mengobati mabuk, mual, dan kejang .
  11. Meningkatkan kinerja jantung dan mengobati sesak nafas (asma )
  12. Menormalkan tekanan darah dan diabetes.
  13. Mengatasi kanker, tumor, koreng yang manahun, eksim dan gatal – gatal.
  14. Dan lain – lain.
KANDUNGAN:
Zat aktif kanker ( Thymoquinone Dithymouinone )Thymohydroquinone Thymol, 40 % Minyak Tak Asiri, 1,4 %Minyak Asiri, 15 Jenis Asam Amino, Protein, Kalsium, Besu, Sodium, Potasium, Fosfat, Fosfor, Karbohidrat, Karotena.

Setiap penyakit pasti ada obatnya, tinggal bagaimana cara mengusahakannya.

Meosis 2

Peristiwa ini sangat penting dimana hasil pembelahan inilah yang menentukan bentuk fisik tubuh dari keturunan makhluk hidup selanjutnya. jika pembelahan meiosis tidak terjadi secara sempurna maka akan ada keabnormalan bentuk fisik maupun psikis. Pembelahan mitosis juga sama pentingnya.

Beberapa peristiwa misal kembar dempet perut, dempet kepala, mohon memiliki dua kelamin dalam satu tubuh dan lainnya.

Meosis


Gen adalah bagian kromosom atau satu kesatuan kimia dalam kromosom yang mengendalikan ciri genetis suatu makhluk hidup. Gen bersifat menurun dari induk kepada anaknya.

Kromosom
Pada tubuh manusia terdapat 46 kromosom, terdiri atas 23 kromosom berpasangan (homolog). Setiap pasang kromosom homolog adalah satu macam, sehingga kromosom sel tubuh manusia terdiri atas 23 macam.

A. Kromosom diploid (2n)
Ploid adalah jumlah perangkat kromosom, jadi kromosom diploid adalah dua perangkat kromosom.
B. Kromosom haploid (n)
Haploid adalah kromosom yang tidak memiliki pasangan atau hanya memiliki seperangkat kromosom. Pada waktu pembentukan sel kelamin, sel induk kelamin membelah secara meiosis sehingga sel kelamin mengandung kromosom setengah dari jumlah kromosom sel induknya. Jadi, kromosom sel kelamin manusia tetap mengandung 23 kromosom tetapi tidak berpasangan.

C. Istilah dalam Persilangan

  1. Pariental (P), artinya induk atau orang tua.
  2. Filial (F), artinya keturunan.
    . keturunan pertama (F1) = anak
    . keturunan kedua (F2) = cucu
  3. Genotipe adalah sifat-sifat menurun yang tidak nampak dari luar, disimbolkan dengan pasangan huruf.
    Contoh: AA, Aa, aa, AABB,dan AaBB.
  4. Gamet adalah sel kelamin dan berasal dari genotipe.
    Contoh: genotipe Aa, gametnya A dan a.
  5. Fenotipe adalah sifat menurun yang nampak dari luar.
    Contoh: buah besar, buah kecil, rasa manis, rasa asam,
    batang tinggi, dan batang pendek.
  6. Dominan adalah sifat-sifat gen yang selalu nampak atau muncul, disimbolkan dengan huruf besar.
    Contoh: AA, BB, dan CC.
  7. Gen resesif adalah sifat-sifat gen yang tidak selalu nampak baru muncul apabila bersama-sama gen resesif lain, disimbolkan dengan huruf kecil.
    Contoh: aa, bb, dan cc.
  8. Homozigot adalah pasangan gen yang sifatnya sama.
    Contoh: AA, aa, BB, bb, CC, dan cc.
  9. Heterozigot adalah pasangan gen yang tidak sama.
    Contoh: Aa, Bb, dan Cc
  10. Monohibrida : persilangan dengan satu sifat beda
  11. Dihibrida : persilangan dengan dua sifat beda

Aneka Tanaman

Temu Lawak

Rumput Teki

Sukun

Pegagan



Lengkuas

Kesemek

Bakung

Arbei








Ekskresi

Kulit adalah indra yang yang berfungsi untuk merespon rangsang yang berupa rabaan, sentuhan, tekanan, suhu dll.
Hidung adalah indra yang berfungsi untuk merespon rangsang berupa materi yang berbentuk gas

Lidah adalah indra yang berfungsi untuk merespon rangsangan yang berbentuk materi padat dan cair, dibantu oleh papila yang ada dipermukaan lidah, kemudian dikirim ke otak
Telinga adalah indra yang berfungsi untuk merespon rangsangan yang berupa gelombang bunyi, kemudian dikirim ke otak

Mata adalah salah satu Indra yang paling penting, berfungsi untuk merespon semua bentuk rangsangan yang berupa image kemudian diterjemahkan oleh otak

Kamis, 13 Agustus 2009

KEJADIAN MANUSIA

Tujuh Macam Unsur dalam Asal Kejadian Manusia Oleh K.H. Bahaudin Mudhary, almarhum (1920 –1979).Di Al Qur'an disebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu:1. Pertama: Di surat Ar Rahman ayat 14: "Dia menjadikan manusia seperti tembikar (tanah yang dibakar)". Yang dimaksudkan dengan kata "Shal-shal" di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni "Zat pembakar" atau Oksigen.2. Kedua: Di ayat itu disebutkan juga kata "Fakhkhar" yang maksudnya ialah "Zat Arang" atau Carbon.3. Ketiga: Di surat Al Hijr, ayat 28: "dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menciptakan seorang manusia dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk". Di ayat ini, tersebut juga "shal-shal" telah saya terangkan, sedangkan kata "Hamaa-in" di ayat tersebut ialah "Zat Lemas" atau Nitrogen.4. Keempat: Di surat As Sajadah ayat 7: "Dan Allah membuat manusia berasal dari pada tanah". Yang dimaksud dengan kata "thien" (tanah) di ayat ini ialah "Atom zat air" atau Hidrogen.5. Kelima: Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: "Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada Tanah Liat". Yang dimaksud dengan kata "lazib" (tanah liat) di ayat ini ialah "Zat besi" atau ferrum.6. Keenam: Di Surat Ali Imran ayat 59: "Dia menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya "jadilah engkau, lalu berbentuk manusia". Yang dimaksud dengan kata "turab" (tanah) di ayat ini ialah: "Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah" yang dinamai "zat-zat anorganis".7. Ketujuh: Di surat Al Hijr ayat 28: "Maka setelah Aku sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya"Ketujuh ayat Al Qur'an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadian Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata "turab" (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara "Fakhkhar" yakni Carbon (zat arang) dengan "shal-shal" yakni Oksigen (zat pembakar) dan "hamaa-in" yaitu Nitrogen (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogen (Zat air).Jelasnya adalah persenyawaan antara Fachchar (Carbon = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14, shal-shal (Oksigen = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14, Hamaa-in (Nitrogen = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28, Thien (Hidrogen = Zat Air) dalam surat As Sajadah ayat 7, kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan mangaan, yang disebut "laazib" (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut "Turab" (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah "Kalium" yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Kalium ini dipandang penting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya "proteinisasi" menjelmakan "proses penggantian" yang disebut "substitusi". Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron dari sinar cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (formasi), dinamai juga "sebab ujud" atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic ialah suatu sinar yang mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung, telinga, dan seterusnya. Sampai di sinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam), sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika. Cukup jelas tentang ayat-ayat Al Qur'an yang menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.

Senin, 03 Agustus 2009

Jual ZTE H520 Murah Banget


Harga cuma Rp. 700.000.
Berminat Hub. 081.230.500.904 (Boleh SMS)