Kemaren merupakan sore yang luar biasa, kalo normal sih nyampek rumah jam 17.15, tapi beda dengan kemaren, maunya pingin jalan pintas eeee malah kesasar kemana2 dasar sok teu (gumam ku dalam hati). kususuri jalan yang tak pernah tersimpan dalam otakku, ini jalan apa, kemana wes ndak tau pokoknya mengikuti feeling saja, eee malah ndak tau arah..................
tapi alhamdulillah masih di beri petunjuk jadi bisa sampek rumah meski telat
Selasa, 25 November 2014
Kamis, 20 November 2014
TETAPLAH JUJUR ANAK-KU
Sore kemaren adalah sore yang cukup melelahkan bagiku, seusai menunaikan kewajibanku sebagai pengajar aku segera bergegas menuju kampus untuk menghadiri presentasi dan evaluasi hasil produksi media yang telah dibuat oleh kelompok-ku. Ah... tak terasa jam-ku menujukkan angka 18.30, usai sudah presentasi kelompokku dan aku bersyukur mendapat nilai A.
Segera aku bergegas ke parkiran dan pulang, di dalam perjalanan pulang, tiba-tiba ada notifikasi di salah satu media sosialku, kuhiraukan saja aku pikir paling ndak peting, kalopun penting pasti sms atau telphon. Setelah sampai di lokasi perumahan dimana aku tinggal, ku sempatkan untuk mampir membeli terang bulan sambil antri coba ku buka, ternyata notifikasi itu Whattsapp dari salah satu orang tua murid yang 7 tahun lalu aku lalu pernah jadi wali kelas anaknya.
19.00 WIB
Bu N : Assalamu'alaikum ustad,
sehat selalu ya Ustad
Saya : Wa'alaikumsalam Ibu N****
Alhamdulillah berkat do'a Ibu
Semoga demikian juga dengan Ibu dan keluarga
Senantiasa sehat
Bagaimana kabarnya H****?
Bu N : Alhamdulillah kami sekeluarga diberikan kesehatan
H**** kemaren sempat dapat panggilan kerja di Hotel Ri** Car*****
Namun akhirnya tidak diteruskan karena kecewa dengan situasi kerja dan attitude atasannya
Attitude yang membuat H**** tidak respect lagi....
Saya : Attitude yang bagaimana sampai H**** memutuskan tidak melanjutkan?
Apakah ada hubungannya dengan aqidah?
Bu N : H**** diminta atasannya untuk tidak jujur ketika di tanya oleh HRD
ketika dijawab dengan jujur malah H**** dimarahi dengan ucapan
"Kamu itu jangan terlalu jujur, kalo mau jujur itu buat dirimu sendiri
tidak dibawa ke tempat kerja seperti ini"
Haris sangat kecewa dengan perkataan itu
Kemudian H**** bilang ke saya
"Ibu aku udah nggak respect sama mereka
maaf kalo aku sudah tidak bekerja disitu lagi.
lebih baik aku pertahankan kejujuran yang aku punya Maaf ibu"
.......................................................................................................................
Bu N : Saya kagum dengan keputusannya...
Terima kasih Ustad telah bersumbangsih mendidik anak kami dengan keimanan yang kuat
Selama di Al Hikmah
Saya : Semua itu tidak lepas dari tauladan yang ibu berikan selama di rumah
Terima kasih juga telah menjaga investasi nilai-nilai islam yang kami berikan
20.35 WIB
......................................................................................................................
Sebenarnya masih panjang percakapanku dengan Ibu N****, dengan informasi ini akhirnya aku sadar bahwa apa yang aku berikan kepada mereka ketika mereka tidak memperhatikan bukan berarti mereka tidak mendengarkan, namun perlu waktu untuk mengendapkan di alam bawah sadar mereka hingga suatu saat akan menjadi "habit" yang mulia.
Teruslah pertahankan kejujuran mu "H****, saya yakin Allah punya rencana yang lebih indah"
Sebenarnya banyak cerita tentang anak ini selepas lulus SMP namun belum sempat tertulis.......
Sebenarnya banyak cerita tentang anak ini selepas lulus SMP namun belum sempat tertulis.......
#Belajar Menulis#Tulis apa yang terjadi#Tulis apa yang menarik#
Bertemu ketika H**** kelas 2 SMAN 4 Bandung